Rabu, 15 Oktober 2014

Sama Bahayanya, Hepatitis C Masih Kalah 'Perhatian' Dibandingkan HIV-AIDS

Hati memiliki lebih dari 500 fungsi vital dalam proses metabolisme dalam tubuh. Oleh sebab itu, penyakit yang merusak organ ini seperti hepatitis C seharusnya bisa lebih mendapat perhatian.

Namun kenyataannya menurut Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dr Rino A. Gani, SpPD-KGEH, sampai saat ini hepatitis C belum menjadi prioritas. Padahal penyakit ini juga bisa mematikan.

"Hepatitis memang belum jadi prioritas. Padahal jumlah penderita HIV-AIDS jauh di bawah hepatitis," ungkap dr Rino dalam konferensi pers 'Hepatitis C: Ayo Periksa, Sembuhkan Segera', yang diselenggarakan di RS Siloam Semanggi, Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Padahal menurut dr Rino hepatitis C juga perlu mendapatkan perhatian dan tak boleh dianggap enteng. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 mengungkapkan bahwa prevalensi hepatitis C adalah 2,5 persen atau sekitar 6 juta penduduk Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sekitar 75-85 persen akan menjadi penyakit hepatitis kronis. Dan bila tidak diobati dengan baik, 30 persen di antaranya dapat memburuk menjadi sirosis hati dan 1-5 persennya meninggal karena sirosis atau kanker hati.

Hati adalah salah satu organ terpenting yang terletak di bawah rusuk, pada bagian kanan atas perut. Beberapa fungsi hati di antaranya mengubah racun, residu obat, dan bahan berbahaya tubuh menjadi unsur yang dapat diterima oleh organ lain.

Organ ini juga berfungsi untuk memproduksi, menyimpan dan mengedarkan gula (glukosa) ke seluruh bagian tubuh, serta mengawasi kadar kolesterol dalam darah. Oleh sebab itu, hati sangat diperlukan oleh seseorang untuk bertahan hidup.

Meskipun saat ini kepedulian masyarakat tentang hepatitis C masih rendah, dr Rino optimistis ke depannya pandangan masyarakat bisa berubah. "Saya kira pandangan-pandangan yang kurang perhatian ini nanti pelan-pelan bisa berubah," tuturnya.

Editor: AAK
Sumber: Detik.com

0 komentar:

Posting Komentar